4 CARA JITU MENINGKATKAN PEREKONOMIAN
MELALUI DESTINASI WISATA
Destinasi wisata merupakan sebuah daya tarik tersendiri bagi masyarakat di mana
memiliki nilai jual sangat menguntungkan. Terlebih jika destinasi wisata tersebut memiliki
keunikan dan kekhasan yang tidak dimiliki oleh destinasi wisata lainnya. Membahas
kepariwisataan secara general sektor ini memang menjadi harapan pendongkrak ekonomi
masyarakat dari berbagai lapisan. Sebab mampu membawa efek ganda bagi masyarakat.
Inilah yang menyebabkan berbagai wilayah begitu gencar mempromosikan wisatanya
melalui berbagai media sosial. Menurut GNFI, Indonesia pada tahun 2015 menduduki
peringkat ke-empat dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak se-
ASEAN yakni 10,4 juta wisatawan. Kunjungan wisatawan ke Kalimantan pun terus
meningkat ujar asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar personal Kementerian
pariwisata. Angka ini tentu dapat dicapai lebih tinggi lagi melalui pengembangan berbagai
objek wisata meliputi wisata alam, wisata bahari, pariwisata religi, wisata budaya, wisata
kuliner, bahkan wisata belanja sekalipun. Tentunya juga dengan gencarnya promosi yang
dilakukan kementerian pariwisata dan masyarakat lokal maupun luar. Seiring dengan hal
tersebut masyarakat lokal dan wisatawan pun perlu sadar akan pentingnya menjaga dan
melestarikan warisan budaya serta ikon pariwisata yang ada.
Satu diantaranya adalah dengan mensosialisasikan sadar sapta pesona. Sapta pesona
merupakan jabaran konsep sadar wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat
sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang
mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan
tujuh unsur dalam sapta pesona. Tujuh unsur itu terdiri atas unsur aman, tertib, bersih, sejuk,
indah, ramah, dan kenangan. Lambang sapta pesona berbentuk matahari tersenyum yang
menggambarkan semangat hidup dan kegembiraan. Tujuh sudut pancaran sinar yang
tersusun rapi disekeliling matahari menggambarkan unsur-unsur sapta pesona. Kesadaran
akan memelihara suasana nyaman terhadap destinasi wisata akan meningkatkan jumlah
pengunjung yang datang ke Kalimantan. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor
diantaranya penduduk lokal yang ramah, tempat wisata yang terjaga keamanan dan
keselamatannya, bersih, dan dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Jika
pengunjung telah merasa nyaman dan senang dengan pariwisata di daerah tersebut maka
tidak menutup kemungkinan destinasi tersebut tidak akan sepi dari pengunjung dan terus
ramai. Apabila hal ini terjadi maka dapat meningkatkan perekonomian yang bergulir di
daerah tesebut. Demi menunjang sarana dan prasarana para wisatawan maka perlu adanya
penunjuk arah dari lokasi pariwisata.
Cara kedua dalam upaya untuk mendongkrak berbagai objek wisata Kalimantan
dapat dilakukan dengan penyediaan tourism map (peta bagi wisatawan). Meneropong
kekayaan banua melalui tourism map. Peta ini dapat dipajang pada lokasi-lokasi penting
seperti bandara dan terminal agar pendatang mendapat informasi objek-objek wisata apa saja
yang dapat dikunjungi. Selain itu peta ini juga dapat dihadirkan pada setiap objek wisata
yang ada agar tercipta keterhubungan antara objek wisata yang satu dengan lainnya dengan
harapan para wisatawan dapat berkunjung ke tempat wisata yang lain setelah wisata yang
ada. Selain itu tourism map ini dapat membantu para wisatawan untuk mengetahui orientasi
geografis serta memberikan opsi untuk merencanakan perjalanan wisata secara personal.
Tourism map ini dapat dibuat semakin lengkap dan di desain sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan informasi yang cukup dan menarik perhatian para wisatawan untuk datang
berkunjung. Objek wisata dimuat lebih lengkap, tidak hanya meliputi wisata alam, tetapi
juga wisata bahari, wisata religi, wista budaya, wisata kuliner, hingga wisata belanja. Selain
informasi mengenai objek wisata, juga dapat dibubuhkan informasi mengenai nomor-nomor
penting seperti rumah sakit, polisi, bahkan pemadam kebakaran. Diharapkan dengan adanya
tourism map ini, wisatawan dapat mengetahui seluruh objek wisata yang ada di Kalimantan.
Bukan hanya sebatas objek yang telah tersorot secara viral selama ini. Namun juga objekobjek
wisata yang belum di kenal luas oleh masyarakat sehingga dapat menjadi referensi
untuk perjalanan wisata yang akan dilakukan. Tentunya dengan bertambahnya pengunjung,
diharapkan pula dapat memacu pengembangan kualitas infrastruktur yang ada sehingga
wisatawan dapat semakin nyaman berkunjung. Contohnya saja tourism map yang ada di
taman Van Deer Pijl di Banjarbaru. Tourism map itu memuat berbagai informasi dan jalur
mengenai destinasi wisata yang ada di Banjarbaru. Sehingga memudahkan pengunjung
untuk melakukan pariwisata. Secara lebih besar lagi diharapkan agar nantinya sektor
pariwisata di Kalimantan dapat menjadi satu diantara sektor utama yang dapat
menggerakkan ekonomi masyarakat lokal dan daerah agar hidup semakin sejahtera
kedepannya.
Sumber: Banjarmasin post-Tribunnews.com
Cara ketiga meningkatkan perekonomian melalui destinasi wisata adalah dengan
diadakannya festival budaya. Festival budaya diyakini dapat menarik minat pengunjung
datang dengan sangat efektif. Banyak dampak positif yang dirasakan ketika suatu daerah
melaksanakan kegiatan festival budaya. Contohnya saja Kalimantan Selatan baru saja
melaksanakan festival budaya pasar terapung 2018 di Banjarmasin yang menjadi ajang
tahunan di Provinsi Kalimantan Selatan. Warung kuliner mulai menjamur disekitar
pagelaran festival budaya, banyak jajanan khas banjar yang diperkenalkan di sana.
Penerbangan dan jalur transportasi meningkat seiring bertambahnya wisatawan yang datang
berkunjung. Kita juga dapat memperkenalkan transportasi air yang khas dari Kalimantan
yakni jukung atau sampan. Jukung ini dapat diperkenalkan melalui parade sungai di adakan
di sungai Martapura Siring Menara Pandang Peer Tendean dan Pasar Terapung yang
biasanya menggunakan jukung dan kelotok.
Pesona Festival Pasar Terapung, Sumber: nchie.com
Adanya festival budaya juga membuat hotel serta penginapan ramai di pesan. Para
wisatawan yang datang dari luar daerah serta para pengisi acara yang dihadirkan untuk
meramaikan acara festival juga memesan kamar hotel di daerah tersebut selama acara
festival berlangsung. Dengan adanya festival budaya diharapkan dapat menarik banyak
investor untuk berinvestasi demi membangun beragam fasilitas wisata sehingga bisa
memajukan ekonomi lokal dan menambah lapangan pekerjaan.
Ke empat dengan cara mempromosikan destinasi wisata di media sosial. Penggunaan
teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian adalah dengan cara
mengaktifkan media sosial sebagai media promosi pariwisata. Potensi media sosial sebagai
sarana promosi interaktif bagi pariwisata di Kalimantan menjadi kajian paling menarik dan
sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan industri pariwisata. Contoh konkretnya saja
adalah dengan memanfaatkan para traveller yang suka bepergian ke tempat-tempat menarik.
Konten yang di posting oleh para traveller dan wisatawan yang datang berkunjung ke
destinasi wisata di Kalimantan ke media sosial mereka akan memberikan kontribusi yang
cukup signifikan tidak hanya terhadap bisnis jasa pariwisata. Tetapi juga memberikan
keuntungan kepada wisatawan yang akan melakukan wisata atau baru merencanakan
perjalanan wisatawan, diantaranya berupa informasi tentang kualitas layanan wisata, sarana
dan prasarana yang ada di sana, pengalaman, sampai variasi harga yang menarik.
Kepercayaan wisatawan akan semakin besar saat mereka melihat langsung destinasi wisata
melalui foto, video, dan tulisan di media sosial. Melalui hal ini masyarakat, pemerintah, dan
pihak-pihak swasta terkait dapat lebih aktif menggunakan media sosial guna meningkatkan
minat pengunjung untuk berkunjung ke daerah pariwisata sehingga aktivitas ekonomi di
daerah tersebut juga terus berjalan lancar dan semakin berkembang. Penggunaan brand
ambassador yaitu dengan memanfaatkan public pigure akan semakin meningkatkan
kepercayaan masyarakat luar untuk berkunjung karena memiliki kemampuan mengajak dan
pengaruh yang baik sehingga dapat meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap destinasi
wisata di Kalimantan.
Pengembangan di sektor pariwisata potensinya cukup besar. Karena dapat
mendongkrak perekonomian daerah. Menurut Ahmad Gajali Duta Pariwisata Kabupaten
Barito Kuala-pengembangan sektor pariwisata bisa memberikan multi manfaat dari segi
pendapatan daerah maupun peningkatan ekonomi masyarakat. Dampaknya diharapkan dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ada desa yang belum berkembang, karena ada
potensi wisata dan dioptimalkan menjadi objek wisata maka desa tersebut menjadi
berkembang, baik infrastruktur, pendapatan daerah, serta meningkatkan ekonomi
masyarakat. Dampak positif pengembangan wisata akan menciptakan desa maju dan
berkembang. Semakin banyak wisatawan yang datang maka perlu ada pengembangan usaha
mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukungnya” ujar Duta Pariwisata Barito
Kuala tersebut. Kesempatan berkembangnya UMKM lebih besar saat pertumbuhan
pariwisata dan masyarakat ikut berkembang. UMKM yang bisa dikembangkan bisa
berbentuk souvenir dari karya seni dan budaya, pakaian, tas, maupun barang-barang khas
daerah. Dan tidak kalah penting yaitu usaha kuliner atau panganan khas. Misalnya saja dari
Kalimantan Selatan ada soto banjar limau kuit yang sangat di gemari oleh masyarakat
termasuk dari Kalimantan dan telah menjadi varian rasa dalam mie instan. Untuk
mewujudkan pembangunan di sektor pariwisata diperlukan sinkronisasi antara perencanaan
pembangunan pemerintah desa dengan kabupaten serta penyiapan infrastruktur yang layak.
Selain infrastruktur juga perlu adanya akses jalan yang baik menuju tempat wisata serta
penerangan jalan yang baik.
Oleh karena itu pengembangan sektor pariwisata dalam usaha meningkatkan
perekonomian daerah sangatlah menjanjikan. Pariwisata adalah usaha jasa yang
eksistensinya terus naik seiring dengan kebutuhan manusia untuk refreshing yang semakin
besar. Hal ini di dorong oleh rasa ingin tahu, relaksasi, gaya hidup, dan lain hal sebagainya.
Usaha meningkatkan pariwisata dan menarik minat pengunjung untuk berlibur di
Kalimantan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya yang pertama menggiatkan
sadar sapta pesona. Kedua meneropong kekakayaan banua melalui tourism mapping. Ketiga
menyelenggarakan festival budaya. Keempat mempromosikan destinasi wisata di media
sosial. 4 cara jitu ini diyakini mampu menarik perhatian wisatawan untuk datang berkunjung
ke Kalimantan dan sekaligus meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan
berbagai sektor industri, kuliner, barang dan jasa, transportasi, serta penginapan.
Nama : Mardhiah
Instansi : Universitas Lambung Mangkurat