Senin, 25 Februari 2019

WADUK PEMILU


WADUK PEMILU (WARGANET DUKUNG KREATIFITAS JELANG PEMILU)
Pemilu di tahun 2019 merupakan ajang pesta demokrasi tersebar sepanjang demokrasi pertama yang terjadi tahun 2004. Di mana tidak hanya pemilihan wakil rakyat namun juga diiringi pemilihan presiden dan wakil presiden. Tidak hanya itu wakil rakyat juga di bagi atas kategori dapil 1 dan dapil 2. Menghadapi pesta pemilu yang cukup besar ini juga merupakan PR pemerintah dan KPU untuk dapat mengantisipasi kekacauan pemilu agar pemilu kali ini dapat berjalan damai, berkualitas, dan bermartabat. Pemilu yang jujur dan adil juga menjadi slogan dalam demokrasi kita di Negara Indonesia. Seiring atas maraknya hal tersebut, tidak dapat di pungkiri statement-statemant yang menjurus akan hal-hal penipuan publik juga sering terjadi. Hal ini terjadi didasari atas beberapa kepentingan di antaranya menaikkan elektabilitas calon yang di dukung. Menurunkan elektabilitas calon pesaing. Sebagai ajang pencitraan diri, dan lain-lain. Marak nya hoax dalam menuju pemilu 2019 ini membuat sebagaian masyarakat di Indonesia resah. Pasalnya penipuan public ini tidak hanya dapat mengubah pandangan seseorang dan citra seseorang namun juga dapat menimbulkan perpecahan yang pada akhirnya mengakibatkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Misalnya saja kelompok A mendukung paslon 1. Bentuk dukungannya ialah dengan memasang spanduk di bahu jalan, memposting di media sosial tentang kebaikan dan kegiatan si calon yang di dukungnya. Dan yang paling ekstrem adalah berkoar-koar tentang keburukan calon lain yang kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan atau bisa jadi justru sengaja memburukkan dan menyembunyikan kebaikan. Hal seperti ini biasa terjadi.
Era industri 4.0 sekarang ini banyak masyarakat yang memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan informasi atau memberi informasi. Ketika sekarang stasiun televisi telah di dominasi oleh masing-masing pihak yang mendukung calon wakil rakyat, di mana setiap stasiun televisi telah menentukan pilihannya maka segala hal informasi di tv tersebut hanya menayangkan kebaikan dari calon yang didukungnya dan justru sebaliknya pesaingnya malah dijelekkan. Stasiun televisi kini hanya untuk kepentingan pribadi. Membuat link kerja sama, mempermudah perizinan, serta menaikan elektabilitas. Masyarakat telah sadar akan alur tersebut. Oleh karena itu sebagian dari mereka justru beralih mengetahui ke media sosial mengenai calon wakil rakyat yang akan maju di pemilu 2019. Saya rasa saat ini masyarakat Indonesia telah cerdas dan bijak dalam memilih konten-konten media sosial yang benar-benar netral mengenai informasi pemilu seperti @kpu_ri yang merupakan akun resmi dari KPU. Berbeda halnya dengan akun yang memang merupakan tim sukses dari calon yang di dukungnya. Harapannya akun media sosial tersebut lebih bijak dalam memanfaatkan media yang ada untuk menjelaskan tentang keseharian dan kegiatan calon yang didukungnya.  Menurut Ahmad Gajali Ketika masyarakat telah beralih ke media sosial maka alangkah baiknya pengguna media dan creator-creator di media sosial contohnya youtuber dan bloger agar memanfaatkan momen yang ada ini untuk menunjukkan kreatifitas dan inovasinya dalam mendukung lancar, damai, dan bermartabatnya pemilu 2019. “Generasi  muda saat ini berperan penting menciptakan suasana pemilu yang menarik dan anti pasif, serta kekinian tanpa menghilangkan konsep dasar dari pemilu itu sendiri” tutur Ahmad Gajali Ketua BEM STIMI Banjarmasin periode 2017-2018. Ketika youtube dan instagram sekarang telah mencapai masa kejayaannya, komunitas dan generasi muda hendaknya membuat opini-opini dan statement yang menarik mengenai pemilu 2019 tanpa ada ujaran kebencian dan unsur SARA. Membuat konten-konten positif dan video-video animasi mengenai prosedur pemilu, ajakan anti golput, dan perkembangan mengenai pemilu saat ini. Dengan adanya hal tersebut pola pikir masyarakat lebih terarah dan membawa dampak positif terhadap suasana pemilu 2019.
Era milenial sekarang media sosial membawa perubahan yang signifikan terhadap perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi di Negara Indonesia. Dengan begitu pemilu 2019 dapat membawa dampak positif terhadap pengembangan kreatifitas dan inovasi bagi generasi muda. Sebagai wadah menyalurkan ide-ide kreatif para milenial mengenai edukasi pemilu demi tersukseskannya pemilu 2019 yang damai, berkualitas, dan bermartabat. Sehingga hal tersebut dapat meminimalisir maraknya hoax dan ujaran kebencian dalam memasuki ajang pemilu 2019 ini. Harapannya konten-konten edukasi mengenai pemilu lebih di minati masyarakat karena memadukan ide kreatif dan animasi menarik di videonya ketimbang memantau isu-isu hoax yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. @mrdhh___



Tidak ada komentar:

Posting Komentar