Wisata Edukasi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang Ramah Lingkungan
Jika mendengar sampah, yang terlintas di
pikiran kita adalah baunya yang busuk, plastik dan barang-barang yang
berserakan di mana-mana, serta tempat yang kotor. Sampah adalah hal yang tidak
diinginkan oleh banyak orang. Terlebih lagi sampah dalam jumlah yang besar
seperti di TPA (tempat pembuangan akhir). Namun berbeda halnya dengan TPA “Tabing
Rimbah” di daerah Mandastana kab. Barito Kuala ini. TPA yang satu ini sama
sekali tidak meresahkan warga sekitar justru kehadirannya dijadikan objek
wisata sekaligus edukasi bagi para anak-anak maupun orang dewasa.
Berawal dari inisitif pemerintah yang
ingin membangun TPA yang ramah lingkungan. Dalam hal ini pemerintah berharap
TPA yang notabenenya sering dihindari dan alokasinya sering ditolak warga
sekitar justru mendapat perhatian dan tanggapan baik dari masyarakat. Tempat
yang biasanya sering dihindari ini justru sangat ramai dikunjungi. Mengapa
banyak elemen masyarakat yang datang berkunjung? Jawabannya sederhana karena
TPA Tabing Rimbah di Mandastana ini tidak seperti TPA umum lainnya yang
mengganggu masyarakat dengan bau yang tidak sedap dan potret sampah yang
menumpuk dimana-mana. TPA ini justru hampir mirip seperti taman bunga dengan
banyak ditumbuhi pepohonan dan daur ulang sampah yang menarik dan tentunya
bermanfaat. Menurut Ahmad Gajali salah satu duta wisata Kab. Barito Kuala “limbah
dari sampah itu sendiri didaur ulang. Sampah organik dijadikan sebagai pupuk
kompos yang bermanfaat bagi tanaman yang tumbuh di TPA dan bagi masyarakat
disekitar. Sampah non organik pun dimanfaatkan untuk mendukung arsitektur di
TPA tersebut agar tampak lebih cantik dan menarik. Penggunaan pot, hiasan
jembatan, dan interior di TPA Tabing Rimbah menggunakan sampah non organik yang
telah di daur ulang. Maka tak heran jika masyarakat tidak merasa terganggu dan
justru ikut serta dalam mendukung pengembangan
TPA ini agar lebih baik lagi”.
Keberadaan TPA ini memberikan dampak
positif bagi warga sekitarnya yakni mampu membuka lapangan pekerjaan dimana
yang mengelola dan mengoperasionalkan TPA Tabing Rimbah itu direkrut dari
masyarakat Mandastana. Selain itu banyak para pedagang yang membuka usahanya
disekitar TPA tersebut karena banyaknya pengunjung yang datang kesana sehingga
peluang usahanya kian besar. Pemerintah setempat berharap tempat seperti ini
dapat di contoh oleh daerah sekitarnya terutama dalam hal mengelola sampah agar
menjadi wisata edukasi yang ramah lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar