Rabu, 03 Januari 2018

Wisata Edukasi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang Ramah Lingkungan






Wisata Edukasi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang Ramah Lingkungan
Jika mendengar sampah, yang terlintas di pikiran kita adalah baunya yang busuk, plastik dan barang-barang yang berserakan di mana-mana, serta tempat yang kotor. Sampah adalah hal yang tidak diinginkan oleh banyak orang. Terlebih lagi sampah dalam jumlah yang besar seperti di TPA (tempat pembuangan akhir). Namun berbeda halnya dengan TPA “Tabing Rimbah” di daerah Mandastana kab. Barito Kuala ini. TPA yang satu ini sama sekali tidak meresahkan warga sekitar justru kehadirannya dijadikan objek wisata sekaligus edukasi bagi para anak-anak maupun orang dewasa.
Berawal dari inisitif pemerintah yang ingin membangun TPA yang ramah lingkungan. Dalam hal ini pemerintah berharap TPA yang notabenenya sering dihindari dan alokasinya sering ditolak warga sekitar justru mendapat perhatian dan tanggapan baik dari masyarakat. Tempat yang biasanya sering dihindari ini justru sangat ramai dikunjungi. Mengapa banyak elemen masyarakat yang datang berkunjung? Jawabannya sederhana karena TPA Tabing Rimbah di Mandastana ini tidak seperti TPA umum lainnya yang mengganggu masyarakat dengan bau yang tidak sedap dan potret sampah yang menumpuk dimana-mana. TPA ini justru hampir mirip seperti taman bunga dengan banyak ditumbuhi pepohonan dan daur ulang sampah yang menarik dan tentunya bermanfaat. Menurut Ahmad Gajali salah satu duta wisata Kab. Barito Kuala “limbah dari sampah itu sendiri didaur ulang. Sampah organik dijadikan sebagai pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman yang tumbuh di TPA dan bagi masyarakat disekitar. Sampah non organik pun dimanfaatkan untuk mendukung arsitektur di TPA tersebut agar tampak lebih cantik dan menarik. Penggunaan pot, hiasan jembatan, dan interior di TPA Tabing Rimbah menggunakan sampah non organik yang telah di daur ulang. Maka tak heran jika masyarakat tidak merasa terganggu dan justru ikut serta dalam mendukung pengembangan









TPA ini agar lebih baik lagi”.
Keberadaan TPA ini memberikan dampak positif bagi warga sekitarnya yakni mampu membuka lapangan pekerjaan dimana yang mengelola dan mengoperasionalkan TPA Tabing Rimbah itu direkrut dari masyarakat Mandastana. Selain itu banyak para pedagang yang membuka usahanya disekitar TPA tersebut karena banyaknya pengunjung yang datang kesana sehingga peluang usahanya kian besar. Pemerintah setempat berharap tempat seperti ini dapat di contoh oleh daerah sekitarnya terutama dalam hal mengelola sampah agar menjadi wisata edukasi yang ramah lingkungan.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar